setiap hari Kamis mulai April sampai akhir Mei
diskusi seni rupa periode ini akan membahas mengenai public art, art ini public space, dan public space serta fenomena mengenai hal hal tersebut di kota Malang.
20 Mei 2004
Tiba tiba kita seakan lupa dengan segala permasalahan kita, kita juga seakan lupa bahwa citra dan tanda menyenangkan itu hanyalah kegenitan yang merepresi kita.
The artist : Widi, Wahyu Aves.
The curator : andreas eko. Place : Sinau bookstore Malang
akhir April 2004
jurnal terakhir dari Silluet Artmedia membahas tentang masalah masalah dalam realitas kota Malang saat ini yang sedemikian urban dari berbagai perspektif terutama seni rupa.
15 - 21 Februari 2004
sebuah pameran fotografi dari fotografer Jogjakarta yaitu Wok yang bercerita tentang kesepakatan kesepakatan dalam realitas. Pameran ini adalah kerjasama Silluet Art Media dengan Mes 56 Jogjakarta
|  |
Telah menjadi tabiat hampir sebagian besar kita untuk senantiasa asyik membuat sebutan sebutan baru, kosakata "anyar" yang kadang kedengaran genit dan menggemaskan namun itulah keniscayaan eksistensial yang dimiliki oleh siapapun dimanapun, bukankah hidup tak lebih dari upaya untuk memaknai sesuatu dengan lebih dulu memberikannya nama ? Ketika sesuatu telah bernama adakah lantas persoalan menjadi selesai, ataukah ada upaya, ikhtiar, iktikad baik ,dan apapun namanya untuk lebih jauh mengkaji, mencermati, mengenali hal yang paling esensial terhadap sesuatu yang kita beri nama itu ? Mudah mudahan. |
"…we create reality not make or find a news..."
Tomorrow Never Dies |
ini hanyalah sebuah obrolan suntuk pagi hari antara sepasang kekasih menyambut RUU Kehidupan Beragama | Berita lainnya »
|